VoiceOver users please use the tab key when navigating expanded menus

Indonesia


Management Team

Bahasa| English

KOMISARIS

  • SITY LEO SAMUDERA

    Komisaris Independen

    Warga negara Indonesia, Sity Leo Samudera memiliki gelar Bachelor of Commerce di bidang akuntansi dari Australia National University, Canberra, Australia. Ia pernah menjadi President Director/Managing Director Barclays Capital Indonesia selama empat tahun. Dalam masa itu ia memimpin sejumlah kesepakatan penting dan membangun relasi nasabah di Indonesia.

     

    Sebelumnya, ia bekerja untuk berbagai bank termasuk Citibank, Chase Manhattan Bank, dan Deutsche Bank. Ia juga menjadi Direktur Perbankan Institusional ANZ dan bertanggung jawab membangun dan mengembangkan bisnis dan kemampuan perbankan institusional sebelum diangkat menjadi komisaris.

     

    Sity memperoleh persetujuan OJK atas pengangkatannya sebagai komisaris utama independen ANZ Indonesia pada 14 Februari 2018 dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Edaran Pemegang Saham Bank sebagai pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank pada tanggal 28 Februari 2018.

  • HONG SWEE LAU

    Komisaris

    Hong Swee adalah banker senior dengan pengalaman lebih dari 28 tahun di industri finansial. Pengalaman Hong Swee termasuk Business Development, Manajemen Resiko dan Tata Kelola (Governance).

     

    Saat ini, Hong Swee yang menjabat sebagai Chief Risk Officer, bertanggung jawab untuk memastikan integritas finansial dan reputasi bisnis ANZ melalui manajemen dan tata kelola yang efektif terhadap resiko Bank (kredit, operasional, markets, likuiditas, reputasi, strategi dan permodalan) di berbagai negara di Asia (tidak termasuk Cina) dan Timur Tengah.

     

    Hong Swee bergabung dengan ANZ di tahun 2009 sebagai Chief Risk Officer di ANZ Taiwan sebelum menjadi Chief Risk Officer di ANZ China pada tahun 2013.

  • Ruth Setiabudi

    Komisaris Independen

    Warga negara Indonesia, Ruth Setiabudi memiliki gelar Bachelor of Business Administration dan Master of Science Management System and Statistics dari Universitas Northrop, California, Amerika Serikat.

     

    Ia adalah pensiunan bankir dan eksekutif dengan lebih dari 28 tahun pengalaman dalam jasa keuangan. Ia membawa banyak keahlian terutama di bidang-bidang seperti sistem pelaporan bank, produk tresuri, manajemen tresuri, dan manajemen operasi perbankan.

     

    Sebelum pensiun, ia bekerja pada Chase Manhattan Bank dan JPMorgan Chase Bank dengan jabatan terakhir sebagai Branch Manager.

     

    Ruth memperoleh persetujuan OJK atas pengangkatannya sebagai komisaris independen ANZ Indonesia pada 10 Januari 2019 dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Edaran Pemegang Saham Bank sebagai pengganti Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Bank tanggal 18 Januari 2019.

BOARD OF DIRECTORS

  • MARK FITZ-GERALD

    Presiden Direktur

    Mark Fitz-Gerald bergabung dengan ANZ Indonesia pada November 2016 dan saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur dan Country Head PT Bank ANZ Indonesia.

     

    Mark memiliki berbagai pengalaman pada posisi senior manajemen di berbagai bisnis di Australia, Timur Tengah dan Asia, termasuk Indonesia.


    Sebelum bergabung dengan ANZ, Mark memegang peran senior eksekutif di Westpac Selandia Baru termasuk General Manager Business Banking dan Direktur Private Banking, Wealth & Insurance.


    Sebelum itu, Mark juga memegang berbagai posisi selama masa jabatan 22 tahun di Citigroup termasuk Country Head di Selandia Baru serta Head of Corporate Banking dan Head of Global Transaction Services di Indonesia.


    Mark juga aktif dalam berbagai peran governance termasuk Ketua di Simplicity New Zealand (bisnis start-up managed fund di Selandia Baru) dan Anggota Dewan untuk Universitas Otago, Selandia Baru.


    Mark memegang gelar Sarjana Perdagangan & Sarjana Hukum dari Universitas Auckland, Selandia Baru dan diterima sebagai Pengacara dan Pengacara Pengadilan Tinggi di Selandia Baru.

  • MUJUR TANDI

    Director

    Mujur Tandi memiliki gelar sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung, Indonesia. 

     

    Mujur memulai karirnya di dunia perbankan di awal tahun 2000. Sebelum bergabung dengan PT Bank ANZ Indonesia di tahun 2008, Mujur bekerja di Standard Chartered Bank sejak tahun 2003. Di sepuluh tahun pertama karier perbankannya, Mujur memegang beberapa jabatan di bagian Manajemen Risiko, termasuk Credit Policy, Credit MIS, Fraud Management, serta Risk Analytics & Modelling. Mujur bergabung dengan ANZ Indonesia sebagai Head of Credit Risk & Collection dan sejak itu telah rotasi ke berbagai divisi Operasional termasuk di Operational Kredit, Operasional Cabang, Transformation, dan Operasional Institusional.

     

    Mujur berperan aktif sebagai koordinator dalam program-program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Environmental Sustainability di ANZ Indonesia.

     

    Mujur diangkat menjadi Chief Operating Officer di bulan Januari 2016 dan duduk di jajaran Direksi sejak Januari 2018.

  • Stephanie Angelin

    Director

    Pada bulan Februari 2017, Stephanie bergabung dengan ANZ Indonesia sebagai Chief Financial Officer.

     

    Stephanie memulai karier perbankannya dengan Bank Commonwealth Australia (CBA) di Sydney pada tahun 2000. Sejak bergabung dengan CBA, beliau memegang sejumlah posisi penting di bagian keuangan (Finance) baik di Australia maupun di Indonesia sebelum beliau bergabung dengan DBS Indonesia di tahun 2011.

     

    Memiliki perhatian dan keinginan untuk memgembangkan kepemimpinan perempuan, saat ini Stephanie secara aktif memberikan mentoring kepada pelaku perbankan professional dan memiliki komite yang mempromosikan keragaman gender (gender diversity) di ANZ Indonesia.

     

    Stephanie memiliki gelar sarjana Commerce di bidang Finance and International Business dan gelar Master of Commerce dari University of New South Wales, Sydney.

  • Benny Wicaksana

    Director

    Benny Hastika Wicaksana Aroeman bergabung dengan ANZ Indonesia sejak Februari 2019. Ia memiliki lebih dari 20 tahun pengalaman dalam berbagai peran di lembaga keuangan terkenal seperti Deutsche Bank, HSBC dan DBS. Sebelum bergabung dengan ANZ, Benny adalah Head of Corporate Sales di DBS Bank yang memimpin bisnis selama 12 tahun. Dia juga memegang posisi serupa di HSBC sebagai Deputy Head of Corporate Sales dan telah bekerja untuk Deutsche Bank sebagai Senior Corporate Dealer. Benny memiliki peran aktif dalam ACI FMA (Financial Markets Association) Indonesia dan Kelompok Kerja IFEMC (Indonesia Foreign Exchange Market Committee).

     

    Dia memegang gelar Master of Business Administration dari Vrije Universiteit di Belgia dan gelar Bachelor of Science dari University of Maryland.

     

    Benny diangkat sebagai Direktur sejak Juli 2019.

  • ANDREAS PRANAWADJATI

    Director

    Andreas Pranawadjati meraih gelar Bachelor dari Universitas Universitas Katolik Atmajaya pada tahun 1995 dan diangkat sebagai Direktur Kepatuhan PT. ANZ Bank Indonesia sejak bulan Juli 2021.  

     

    Andreas memiliki pengalaman yang baik di bidang Keuangan, Risiko dan Kepatuhan. Sebelum ditunjuk sebagai Direktur Kepatuhan di PT. ANZ Bank Indonesia, Andreas memegang beberapa jabatan penting di bagian pelaporan ke regulator, finance, dan risiko operasional di HSBC dan Standard Chartered Bank selama sekitar 12 tahun. Karirnya di area Kepatuhan dimulai di Standard Chartered Bank pada tahun 2008, diikuti dengan beberapa posisi senior di area Compliance dan Anti Money Laundering di PT. Bank Maybank Indonesia and PT. Bank ICBC Indonesia sebelum menjabat sebagai Direktur Kepatuhan di Bank of America, N.A. Jakarta branch.  

     

    Sepanjang karirnya, Andreas berperan aktif dalam beberapa task force internal terkait dengan dana pensiun/kesehatan, maupun sebagai champion untuk staff counselling serta terlibat dalam organisasi perbankan seperti Perbina dan FKDKP (Forum Komunikasi Direktur Kepatuhan).

Ketentuan atas penyediaan semua produk dan layanan tunduk pada hukum dan peraturan negara Republik Indonesia dan ketentuan perijinan perbankan PT Bank ANZ Indonesia.
ANZ adalah bank yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.